Skip to content
inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
instagram
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik – Universitas Medan Area
Call Support +62 823-6574-7766
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
Jl. PBSI No.1 Medan Estate
  • Home
  • Profil
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTURAL
    • AKREDITASI
    • VISI & MISI
  • Akademik
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • ELEARNING
      • JURNAL ARSITEKTUR
    • JADWAL AKADEMIK
      • JADWAL KULIAH
      • JADWAL KRS
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • JADWAL SEMINAR & SIDANG
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • JADWAL SEMESTER ANTARA
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
  • AKTIVITAS
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • SYARAT DAN KETENTUAN PENERIMA KIP KULIAH
      • BEASISWA BANK INDONESIA (BI)
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I BERSAUDARA KANDUNG
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I YANG BERPRESTASI DI SEKOLAH (RANGKING I,II DAN III)
      • BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • BLOG MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • ELEARNING
      • APIK
      • OPAC
      • WEBMAIL
    • PRESTASI MAHASISWA
  • DOSEN
    • PENASEHAT AKADEMIK
    • DOSEN PRODI
    • BLOG DOSEN
    • Prestasi Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • ELEARNING
    • WEBMAIL
    • OPAC UMA
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • Layanan Alumni
    • Aktivitas Alumni
    • Prestasi Alumni
  • ARSIP
    • SK MAHASISWA
    • DOKUMEN
    • PENGUMUMAN
  • LABORATORIUM
    • INFO LABORATORIUM
    • APLIKASI LAB
  • HUBUNGI KAMI

Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Ekologi

Posted on 1 November 202014 December 2020 by admin
0

Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Ekologi

Sejarah dan Perkembangan Banyak orang melihat arsitektur ekologi sebagai konsep baru, tetapi sebenarnya sudah ada sejak lama. Setiap kali manusia mengembangkan daerah perkotaan, mereka sadar akan perubahan yang mereka buat terhadap lingkungan alam. Arsitektur ekologis adalah tentang melestarikan dan melengkapi elemen alam di lingkungan perkotaan, baik itu tembok hijau dalam satu bangunan atau mengintegrasikan ruang hijau sebagai kota yang direncanakan. Arsitektur ekologis adalah jenis penghijauan perkotaan, yaitu tentang menciptakan ruang hijau yang mempromosikan simbiosis antara lingkungan perkotaan dan alam. Ketika kota-kota di seluruh dunia menjadi lebih besar, arsitektur ekologi telah tumbuh untuk mempromosikan simbiosis itu dengan cara yang baru, kreatif, dan menyenangkan secara estetika. Ini juga semakin populer saat kita menjadi lebih sadar akan perubahan iklim, dan mencari cara untuk memerangi pengaruhnya.

Arsitektur hijau seperti yang kita kenal telah ada sejak tahun 1960-an, dan terus berkembang untuk mengakomodasi cara baru kita membangun. Kita berada pada titik yang menarik dalam garis waktu arsitektur ekologi, dan menyaksikan sistem ini tumbuh dan beradaptasi akan memberikan kemungkinan tak terbatas untuk langit perkotaan kita.

Sejarah arsitektur ekologi
Arsitektur ekologi telah ada selama ribuan tahun. Contoh yang terkenal adalah Angkor Wat, kompleks candi Kamboja yang dibangun pada abad ke-12 M yang masih berdiri hingga saat ini.

Angkor Wat menggunakan sistem irigasi yang kompleks dan mesin hidrolik untuk memberi daya pada banyak aspek kompleks, termasuk menyimpan air selama bulan-bulan kering, menyiram tanaman, serta memanaskan dan mendinginkan area sesuai kebutuhan. Angkor Wat juga menggunakan bahan yang bersumber secara alami yang bersumber secara lokal di seluruh strukturnya, yang berarti memiliki jejak karbon yang lebih rendah daripada struktur tempat bahan tersebut diangkut ke situs dari seluruh dunia.

Emisi transportasi ini merupakan sumber emisi karbon yang sangat besar di industri bangunan; melihat kembali praktik yang digunakan di Angkor Wat dapat membantu kami meningkatkan praktik kami sendiri 900 tahun kemudian.

Arsitektur ekologi yang kita kenal sekarang tumbuh dari gelombang advokasi lingkungan yang populer di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Gerakan ini menggabungkan sejumlah faktor seperti penghormatan terhadap cara penduduk asli Amerika hidup dengan alam, dan penentangan terhadap penyebaran perkotaan dan pinggiran kota yang berkembang pesat di seluruh AS.

Para aktivis lingkungan ini bereksperimen dengan struktur kehidupan dan bagaimana kehidupan mereka berinteraksi dengan ekosistem lokal. Pada tahun 1969, Ian McHarg, seorang arsitek lanskap, menerbitkan “Design With Nature”; sebuah buku tentang arsitektur ekologi yang mempromosikan ide-ide yang telah dieksplorasi selama dekade terakhir. Sejak saat itu, arsitektur ekologi terus berkembang, baik secara teknologi maupun popularitas. Di abad ke-21, arsitektur hijau mengalami booming, seiring dengan semakin pentingnya ruang hijau di lingkungan perkotaan.

Arsitektur hijau di abad ke-21
Arsitektur ekologi kontemporer bertujuan untuk memerangi gaya arsitektur lazim yang merusak bumi. Menurut The Encyclopaedia Britannica, bangunan tempat berlindung menghabiskan lebih dari setengah sumber daya dunia pada awal abad ke-21. Ini termasuk: – 16% sumber daya air tawar – 30-40% dari semua pasokan energi – 50% dari semua bahan mentah yang ditarik dari permukaan bumi (menurut beratnya) – 40-50% dari TPA TPA – 20-30% emisi gas rumah kaca .

Hubungan antara lingkungan dan arsitektur saat ini berada pada titik terendah sepanjang masa, dan arsitektur ekologi kontemporer sedang memperjuangkannya. Arsitektur lingkungan abad ke-21 menggunakan desain perkotaan dan ekologi untuk menciptakan bangunan yang bekerja dengan lingkungan, bukan menentangnya.

Pilar gaya ini adalah penggunaan kembali material, penggunaan sumber energi alternatif, konservasi energi, dan penentuan lokasi yang cermat. Menerapkan semua struktur ini saat merancang dan membangun menghasilkan arsitektur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Apa yang terjadi selanjutnya?
Dua alasan paling umum untuk pertumbuhan eko-arsitektural adalah lingkungan dan estetika. Setiap tahun, lebih banyak pemahaman tentang efek perubahan iklim dan lebih banyak orang beralih ke arsitektur ramah lingkungan untuk memerangi kerusakan yang telah terjadi dan meminimalkan kerusakan konstruksi di masa depan. Kota-kota di seluruh dunia menggunakan Indeks Keanekaragaman Hayati Kota untuk mengukur kekuatan keanekaragaman hayati dengan menggunakan faktor-faktor seperti keanekaragaman hayati asli di kota, jasa ekosistem, serta pengelolaan dan pengelolaan keanekaragaman hayati.

Kota-kota menggunakan CBI untuk melakukan pengukuran setiap tahun dan menggunakan informasi ini untuk menentukan bagaimana mereka dapat meningkatkan ekosistem lokalnya. Ketika sebuah kota mendapat skor CBI yang rendah, arsitektur ekologi seringkali menjadi salah satu langkah pertama yang diambil oleh perencana kota. Dinding hidup dan atap hijau dapat ditambahkan ke bangunan yang ada untuk meningkatkan jejak karbon daerah tersebut, dan praktik arsitektur ekologi dapat digunakan saat membangun bangunan baru. Menggabungkan praktik-praktik ini membantu kami menciptakan dunia yang lebih hijau dan lebih aman bagi lingkungan.

Ketika gerakan arsitektur ekologi kontemporer dimulai, begitu pula gerakan arsitektur yang menentangnya dalam segala hal. Sejak tahun 1960-an dan seterusnya, telah terjadi peningkatan besar pada bangunan beton dengan konstruksi yang menghabiskan banyak air dan bahan bakar fosil. Gaya seperti arsitektur brutalist dan modernis tidak lagi sepopuler antara tahun 1960-an dan 1980-an, dan fitur hijau memungkinkan gaya yang kasar untuk ditutup-tutupi dan diubah.

Desain perkotaan dan ekologi selalu berubah, tetapi arsitektur ekologi menyatukannya, melindungi dan meningkatkannya. Arsitektur ekologi telah berubah secara drastis sejak permulaannya dengan kota-kota pertama, dan bahkan sejak permulaan kontemporernya di tahun 1960-an.

Hubungan antara lingkungan dan arsitektur kini sedang diuji dengan memperluas kota dan meningkatkan ancaman perubahan iklim. Arsitektur arus utama di abad ke-21 sedang menghancurkan bumi sedemikian rupa sehingga arsitektur ekologi kontemporer sekarang sangat berharga sebagai alternatif. Untungnya, kota-kota di seluruh dunia merangkul arsitektur ekologis, baik melalui pedoman perencanaan kota dan fitur implementasi seperti dinding hidup dan atap hijau.

Masa depan arsitektur ekologi diharapkan mencakup peningkatan popularitas lebih lanjut, serta efek positif pada ekosistem perkotaan.

Sudah dilihat : 9,087

Tags: architect, architecture, arsitek, arsitekbali, arsitekbandung, arsitekindonesia, arsitekjakarta, arsitekjogja, arsitekrumah, arsiteksurabaya, arsitektur, arsitekturindonesia, bhfyp, d, desain, desaininterior, desainrumah, desainrumahminimalis, design, indonesia, interior, interiordesign, interiorrumah, jasaarsitek, kontraktor, perkembangan, renovasirumah, rumah, rumahidaman, rumahminimalis, sejarah, Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Ekologi, tekniksipil

 
View this post on Instagram
 

A post shared by Arsitektur UMA (@arsitektur_uma)

Wisuda Periode I Tahun 2026: Rektor UMA Tekankan Lulusan Harus Mampu Hadapi Perubahan di Era Transformasi Digital
Universitas Medan Area (UMA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global melalui...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Cetak Insinyur Kelas Dunia dari Sumatera Utara
Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global melalui pelaksanaan seleksi tahap awal Program Magang...
Rektor UMA Hadiri Seminar Nasional 10 Pohon Ilmu LLDikti Wilayah I yang Pecahkan Rekor MURI
Rektor Universitas Medan Area (UMA), Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., menghadiri Seminar Nasional 10 Pohon Ilmu yang diselenggarakan oleh...

KAITAN UMA

LOKASI FAKULTAS TEKNIK UMA

KAMPUS I :
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
Telepon : (061) 7360168
Call Center : 0811-6013-888

KAMPUS II :
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20122
Telepon : (061) 42402994
Call Center : 0811-6013-888

Silahkan kunjungi juga website Prodi :

  • Teknik Sipil : sipil.uma.ac.id
  • Teknik Elektro : elektro.uma.ac.id
  • Teknik Mesin : mesin.uma.ac.id
  • Teknik Industri : Industri.uma.ac.id
  • Teknik Informatika : informatika.uma.ac.id
Copyright © 2016 - 2026 Program Studi Arsitektur - Universitas Medan Area