Skip to content
inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
instagram
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik – Universitas Medan Area
Call Support +62 823-6574-7766
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
Jl. PBSI No.1 Medan Estate
  • Home
  • Profil
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTURAL
    • AKREDITASI
    • VISI & MISI
  • Akademik
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • ELEARNING
      • JURNAL ARSITEKTUR
    • JADWAL AKADEMIK
      • JADWAL KULIAH
      • JADWAL KRS
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • JADWAL SEMINAR & SIDANG
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • JADWAL SEMESTER ANTARA
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
  • AKTIVITAS
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • SYARAT DAN KETENTUAN PENERIMA KIP KULIAH
      • BEASISWA BANK INDONESIA (BI)
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I BERSAUDARA KANDUNG
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I YANG BERPRESTASI DI SEKOLAH (RANGKING I,II DAN III)
      • BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • BLOG MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • ELEARNING
      • APIK
      • OPAC
      • WEBMAIL
    • PRESTASI MAHASISWA
  • DOSEN
    • PENASEHAT AKADEMIK
    • DOSEN PRODI
    • BLOG DOSEN
    • Prestasi Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • ELEARNING
    • WEBMAIL
    • OPAC UMA
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
    • Layanan Alumni
    • Aktivitas Alumni
    • Prestasi Alumni
  • ARSIP
    • SK MAHASISWA
    • DOKUMEN
    • PENGUMUMAN
  • LABORATORIUM
    • INFO LABORATORIUM
    • APLIKASI LAB
  • HUBUNGI KAMI

Kemenperin: Negara Maju Karena Industri Tangguh

Posted on 1 February 201724 August 2019 by admin
0

DSC_7455

Kementerian Perindustrian meyakini suatu negara dikatakan maju karena industrinya tangguh. Untuk itu, Indonesia sebagai negara berkembang yang merupakan emerging market (pasar terbesar), harus bisa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dan mampu meningkatkan produktivitasnya. ‘Beberapa upaya strategis yang telah dilakukan oleh pemerintah, seperti paket kebijakan ekonomi dan penurunan harga gas, diharapkan mampu mendongkrak kinerja pertumbuhan industri nasional yang signifikan di tahun ini,’ kata Plt. Sekjen Kemenperin Haris Munandar pada Seminar Indonesia Economic Outlook 2017 di Jakarta, Selasa (31/1).

Haris mengungkapkan, sasaran pembangunan industri non-migas tahun 2017, antara lain pertumbuhan ditargetkan mencapai 5,5 persen, sumbangan terhadap perekonomian nasional sebesar 18,7 persen, kontribusi ekspor industri terhadap total ekspor 76,8 persen, penyerapan jumlah tenaga kerja sebanyak 16,3 juta orang, dan nilai tambah yang diciptakan dari luar Pulau Jawa sekitar 28,4 persen. ‘Agar bisa mencapai target-target tersebut, kami telah menetapkan enam kebijakan prioritas untuk medukung pengembangan industri nasional,’ ujarnya. Keenam kebijakan itu adalah penguatan SDM melalui vokasi industri, pendalaman struktur industri melalui penguatan rantai nilai, mendorong kinerja industri padat karya dan berorientasi ekspor, pengembangan IKM melalui platform digital, pengembangan industri berbasis sumber daya alam, serta pengembangan perwilayahan industri.

Oleh karena itu, Haris menegaskan, pihaknya optimistis melalui program hilirisasi industri dapat meningkatkan nilai tambah bagi sumber daya alam di Indonesia. ‘Misalnya, dari sisi hilirisasi di sektor pertambangan, seperti di Kawasan Industri Morowali yang tengah mengembangkan industri smelter berbasis nikel pig iron untuk menjadi stainless steel,’ sebutnya. Menurut Haris, jika hilirisasi di sektor tersebut berjalan lancar, Indonesia akan menghasilkan empat juta ton stainless steel pada tahun 2018-2019 dan menjadi produsen ketiga terbesar di dunia setelah Tiongkok dan Eropa. ‘Saat ini, perkembangan hilirisasi industri berbasis logam mencakup 32 perusahaan dengan total nilai investasi USD16,3 miliar di 22 kabupaten/kota dan 11 provinsi,’ tuturnya.

Selanjutnya, perkembangan hilirisasi industri berbasis agro mencakup 21 perusahaan, total nilai investasi USD3,47 miliar di 9 provinsi. Sedangan, perkembangan hilirisasi industri berbasis migas dan batubara, yakni ada 9 perusahaan dengan total nilai investasi USD15,35 miliar di 6 provinsi. ‘Rencana investasi industri tahun 2017-2020, ditargetkan mencapai 91 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp662 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 544 ribu orang,’ ungkapnya.

Haris menyampaikan, Kemenperin tengah mendorong industri padat karya berorientasi ekspor, yang diharapkan menambah kontribusi besar terhadap devisa negara dan serapan tenaga kerja. ‘Kami telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri termasuk di luar pulau Jawa. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang memfokuskan tahun ini pada pemerataan,’ jelasnya. Industri-industri tersebut meliputi sektor industri tekstil dan produk tekstil, industri alas kaki, industri pengolahan ikan dan rumput laut, industri aneka (mainan anak, alat pendidikan dan olah raga, optik, alat musik), industri farmasi, kosmetik dan obat tradisional, serta industri kreatif (kerajinan, fashion, perhiasan).

Kemudian, industri barang jadi karet (ban kendaraan bermotor dan rethreading ban pesawat terbang), industri elektronik dan telematika (multimedia, software), industri furniture kayu dan rotan, serta industri makanan danminuman(turunan CPO, olahan kopi, kakao). Haris menambahkan, pembangunan industri nasional perlu juga didukung dengan pendidikan berbasis vokasional. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan tenaga kerja industri yang kompeten. Ada sejumlah proyek percontohan yang berbentuk kerja sama SMK dengan industri.

PT Petrokimia Gresik telah bekerja sama dengan 7 SMK di Jawa Timur, PT Astra Honda Motor dengan 9 SMK di Banten dan Sulawesi Selatan, dan PT Polytana Propindo dengan 4 SMK di Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat. ‘Kami menargetkan ada serapan sebanyak 1 juta tenaga kerja ke industri pada 2017-2019,’ujarnya. Demikian siaran pers ini untuk disebarluaskan.

Sumber : http://www.kemenperin.go.id/

Sudah dilihat : 945

Tags: alumni terbaik, dosen berprestasi, fakultas terbaik, kampus di medan, kampus internasional, kampus swasta terbaik, Kampus Terbaik, kampus uma, kampus uma sehat, perguruaan tinggi di medan, perguruan tinggi di medan, perguruan tinggi internasional, perguruan tinggi ranking, perguruan tinggi terakreditasi, perindustrian, seminar, uma berkualitas, uma bestari, uma internasional, uma sehat, uma unggul, universitas di medan, universitas ranking, universitas standar internasional, universitas terakreditasi, universitas terbaik

 
View this post on Instagram
 

A post shared by Arsitektur UMA (@arsitektur_uma)

Wisuda Periode I Tahun 2026: Rektor UMA Tekankan Lulusan Harus Mampu Hadapi Perubahan di Era Transformasi Digital
Universitas Medan Area (UMA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global melalui...
Seleksi Magang Jepang Batch 4 dan 5 Resmi Digelar, UMA Cetak Insinyur Kelas Dunia dari Sumatera Utara
Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global melalui pelaksanaan seleksi tahap awal Program Magang...
Rektor UMA Hadiri Seminar Nasional 10 Pohon Ilmu LLDikti Wilayah I yang Pecahkan Rekor MURI
Rektor Universitas Medan Area (UMA), Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., menghadiri Seminar Nasional 10 Pohon Ilmu yang diselenggarakan oleh...

KAITAN UMA

LOKASI FAKULTAS TEKNIK UMA

KAMPUS I :
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
Telepon : (061) 7360168
Call Center : 0811-6013-888

KAMPUS II :
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20122
Telepon : (061) 42402994
Call Center : 0811-6013-888

Silahkan kunjungi juga website Prodi :

  • Teknik Sipil : sipil.uma.ac.id
  • Teknik Elektro : elektro.uma.ac.id
  • Teknik Mesin : mesin.uma.ac.id
  • Teknik Industri : Industri.uma.ac.id
  • Teknik Informatika : informatika.uma.ac.id
Copyright © 2016 - 2026 Program Studi Arsitektur - Universitas Medan Area